Buat beberapa orang, mungkin kain songket
jarang menjadi pilihan utama dalam berbusana saatevent-event tertentu.
Entah karena harganya yang memang bisa dibilang cukup mahal atau karena
sebagian dari mereka menganggap bahwa merawat kain songket adalah hal yang
sulit. Tapi ternyata melakukan perawatan untuk kain songket tidaklah sesulit
yang dibayangkan.
Tidak Perlu Dicuci
Just FYI, kain songket
merupakan kain yang biasanya dibuat dengan benang emas atau perak. Karena
alasan inilah, kain songket tidak perlu dicuci. Apalagi, biasanya penggunaan
kain songket memang hanya untuk occasion tertentu. Jadi, pencucian kain songket
tidaklah diperlukan, kecuali kain songket tersebut tidak menggunakan material
dari metal dalam pembuatannya. (Baca: koleksi songket Lampung murah)
Diangin-anginkan
Instead of dicuci,
setelah kamu memakai kain songket kamu bisa menjemur kain tersebut.
“Diangin-anginkan saja. Kalau memang perlu dibersihkan, paling keluarkan dari
lemari setiap sebulan sekali dan bentangkan kain songket tersebut. Jika ada
spot yang harus dibersihkan, bersihkan saja menggunakan kapas, cotton
bud, atau kain basah untuk menghilangkan noda tersebut,” jelas Miranda.
Gunakan Kertas Bebas Asam
Saat kamu menyimpan kain songket di dalam
lemari, pastikan kain songket tersebut digulung menggunakan kertas bebas asam.
“Biasanya kan kain songket terbuat dari benang emas, nah karena benang logam
itu sangat rentan terhadap kondisi asam, jadi kita harus pakai kertas yang
bebas asam supaya kondisi benang metalnya bisa tetap terjaga,” jelas Miranda.
Ia juga menjelaskan cara penggunaan kertas bebas asam ini pada kain songket.
“Kain songket dialaskan dengan kertas bebas asam, kemudian digulung,” ujarnya.
Selain tiga cara di atas yang bisa menjaga
keawetan kain songket, Miranda juga berpendapat bahwa membeli dan menggunakan
kain songket menjadi salah satu jalan untuk melestarikan kain khas Indonesia
ini. “Orang harus beli songket. Karena kalau orang punya apresiasi ke songket,
pengrajin songket pun akan hidup. Kalau pengrajin hidup, budaya tenun akan
tetap jalan dan dia bisa mewariskan itu ke generasi berikutnya. Tapi, ketika
orang udah nggak apresiasi lagi dengan kain songket, otomatis lama-kelamaan pengrajin
nggak akan bertahan. Mereka bekerja tapi penjualan nggak ada,” jelas Miranda.
Sumber:
http://www.fimela.com/
No comments:
Post a Comment